Selasa, 15 Juni 2010

Drop Box



Apa komentar anda?

Jumat, 11 Juni 2010

Asbabun Nuzul QS 59:9

Dalam riwayat dikemukakan bahwa seorang laki laki menghadap Rasulullah saw dan berkata: "ya Rasulullah, saya lapar". Rasulullah meminta makanan dari istri istrinya, akan tetapi ternyata tak ada makanan sama sekali. Kemudian Rasulullah saw bersabda: "siapa diantara kalian yang bersedia memberi makan kepada tamu ini malam ini? Mudah mudahan Allah memberi rahmat kepadanya". Seorang Anshar menjawab: "saya ya Rasulullah". Ia pun pergi kepada istrinya dan berkata: "suguhkan makanan yang ada pada tamu Rasulullah". Istrinya menjawab: "Demi Allah tidak ada makanan kecuali sedikit untuk anak anak". Suaminya berkata: "bila mereka ingin makan, tidurkan mereka dan padamkan lampunya, biarkan kita menahan lapar pada malam ini". Istrinya melaksanakan apa yang diminta suaminya.

Esok harinya Rasulullah saw bersabda: "ALLAH kagum dan gembira karena perbuatan sahabat suami istri itu".

Sabtu, 05 Juni 2010

Orang yang paling berani

Al Bazzar meriwayatkan dalam kitab masnadnya dari Muhammad bin Aqil katanya, "Pada suatu hari Ali bin Abu Thalib pernah berkutbah dihadapan kaum muslimin dan beliau berkata, "hai kaum muslimin, siapakah orang yang paling berani?"
Jawab mereka, " orang yang paling berani adalah engkau sendiri, wahai amirul mukminin."
kata Ali, "orang yang paling berani bukan aku tapi Abu Bakar. Ketika kami membuatkan gubuk dimedan badar, kami tanyakan siapakah yang berani menemani Rasulullah saw dalam gubuk itu dan menjaganya dari serangan kaum Musyrik? Disaat itu tiada seorangpun yang bersedia kecuali Abu Bakar. Dan beliau menghunus pedangnya dihadapan Nabi untuk membunuh siapa saja yang mendekati gubuk Nabi saw. Itulah orang yang paling berani."

pada suatu hari juga pernah aku menyaksikan ketika Nabi sedang berjalan kaki di kota Mekah, datanglah orang musyrik sambil menghalau beliau dan menyakiti beliau dan mereka berkata, "apakah kamu menjadikan beberapa Tuhan menjadi satu Tuhan?"

disaat itu tidak ada seorang pun yang berani mendekat dan membela Nabi selain Abu Bakar. Beliau maju kedepan dan memukul mereka sambil berkata, "apakah kamu hendak membunuh orang bertuhankan Allah?"

kemudian sambil mengangangkat kain selendangnya beliau mengusap air matanya. Kemudian Ali berkata, "adakah orang yang beriman dari kaum fir'un lebih baik dari Abu Bakar?" semua jamaah diam saja, tidak ada yang menjawab.
Jawab Ali selanjutnya, "sesaat dengan Abu Bakar lebih baik daripada orang yang beriman dari kaum fir'un walaupun mereka sepuluh dunia, karena orang beriman dari kaum fir'un hanya menyembunyikan imannya sedangkan Abu Bakar menyiarkan imannya.

Sabtu, 29 Mei 2010

Sahl bin Abdillah dan jin muslim

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Sahl bin Abdillah berada di bekas negeri kaum 'Ad. Terlihat olehnya bekas sebuah kota yang ditengahnya terdapat sebuah gedung batu berukir yang dihuni jin. Ia pun masuk ke dalam gedung itu dan didalamnya terdapat seorang kakek kakek yang tinggi besar sedang shalat menghadap qiblat. Ia memakai jubah yang dibuat dari wol yang sangat indah. Ia mengagumi bentuhnya yang tinggi besar, tapi lebih mengagumi keindahan jubahnya. Ia pun memberi salam kepadanya dan kakek tersebut menjawab salamnya dan berkata: hai Sahl, sesungguhnya badan itu tidak merusak pakaian, akan tetapi yang merusak pakaian adalah bau dosa dan makanan yang haram. Jubah yang kupakai ini berumur 700 tahun dan dalam jangka waktu itu aku bertemu dengan Isa dan Muhammad(saw). Aku beriman kepada keduanya. Sahl berkata: siapakah tuan?. Kakek itu menjawab: aku termasuk antara yang tersebut didalam "qul uhiya ilayya annahus tama'a nafarun minal jinni. (QS 72:1)

Diriwayatkan Ibnul Jauzy dari Sahl bin Abdillah.

Senin, 17 Mei 2010

Orang yang meremehkan Al Hasan

Telah diceritakan bahwa ada seorang lelaki yang menyaksikan pembunuhan Al Husein pada hari 'Asyura' berkata dengan nada setengah meremehkan: begitu pembohongnya penduduk Irak. Mereka telah mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang menyaksikan pembunuhan Al Husein kecuali akan ditimpa musibah. Padahal aku termasuk salah seorang yang menyaksikan peristiwa pembunuhan Al Husein. Namun sampai hari ini aku belum juga tertimpa musibah atau sesuatu apa pun yang menyakitkan.

Pada waktu itu ia sedang bertamu kepada sebuah kaum. Dia bangkit dari duduknya untuk membenahi lampu. Ternyata lampu itu memercikkan api dan menyalakan api. Maka orang itu pun mati terpanggang ditempat tersebut.
(MENUAI TAMAN SURGA. Ibnul Jauzi. Hal 304)


Apa komentar anda?